Machine Learning Kini Dipakai guna Perangi Malware

Machine Learning Kini Dipakai guna Perangi Malware – Machine learning ketika ini dipakai untuk mengidentifikasi apakah suatu file asing tergolong malware atau tidak. Machine learning menciptakan model guna mengidentifikasi suatu file executeable.

Model ini diciptakan setelah mesin diajar terhadap berbagai format file executeable yang telah dimasukkan dengan indikator-indikator file malware dan tidak.

“Machine learning itukan bekerja menurut algoritma, sampai-sampai pola apa saja yang dikira adalahserangan malware, dia bakal langsung mengidentifikasinya,” jelas konsultan dari ESET Indonesia Yudhi Kukuh dalam konferensi pers Tantangan Keamanan Siber Di Industri 4.0, Hotel Crown Plaza.

Di samping itu, Yudhi pun menjelaskan bahwa jumlah serangan malware lebih tidak sedikit ketimbang serangan hacking. Ada lima urusan yang mendasari urusan tersebut.

Pertama, serangan malware perlu usaha yang lebih sedikit. Sebab, pada dasarnya malware adalahsebuah program yang pendek. Sehingga penyerang seringkali tidak memerlukan waktu yang lama untuk menciptakan malware.

Kedua, menciptakan malware tak tidak sedikit biaya, karena pembuat hanya perlu koneksi internet dan perangkat. Ketiga, tak laksana hacking, penyerang malware seringkali bekerja secara diam-diam. Sehingga, mereka tidak sedikit membuat kiat penipuan untuk supaya pemakai sendiri yang tertarik guna membuka file mengandung malware yang mereka kirim.

“Hacking itu seringkali kayak mengedor-gedor targetnya agar mereka dapat masuk (terserang), bertolak belakang dengan malware yang seringkali itu bekerja secara diam-diam […] (mereka tidak jarang membuat) semacam click bait.”

Keempat, pemakai seringkali tidak sadar bila perangkatnya telah terkena malware. Kelima, serangan tidak melulu menyasar satu target, namun menyebar. Pembuat malware pun mengambil deviden dari masing-masing target yang terpapar serangan.

Baca diĀ www.sekolahan.co.id