Apa Itu Sintesis Protein?

Table of Contents

Apa Itu Sintesis Protein?

siapa di sini yang senang memakan makanan yang mempunyai kandungan protein tinggi? Contohnya makan telur. Telur sebetulnya rasanya enak dan bisa tingkatkan asupan protein ke tubuhmu. Tapi anda paham nggak sih, tubuh manusia itu ternyata bisa membawa dampak proteinnya sendiri, lho! Wah, gimana sih caranya? Ada 2 proses yang mesti dilewati, namanya transkripsi dan translasi. Kita bahas satu persatu yuk sehingga tambah paham! Psst… baca artikelnya sambil makan telur juga boleh, kok. Hehehe

Tahapan pertama didalam sintesis protein adalah transkripsi. Transkripsi ini apa, sih? Nah, transkripsi ini adalah proses penyalinan kode genetik yang ada pada DNA untuk lantas diproses menjadi RNA messenger. Proses transkripsi ini sendiri terjadi di didalam inti sel. Tahapannya ada apa saja, sih?

Proses yang pertama dilaksanakan pada tahapan transkripsi adalah pemutusan ikatan H pada DNA, yang dilaksanakan oleh enzim helikase. Proses ini membawa dampak rantai DNA pada lebih dari satu tempat menjadi terbuka. DNA yang udah terpisah-pisah berikut lantas diikat oleh protein rantai tunggal, sehingga rantai tunggal berikut tidak menyatu kembali. Hmm… lalu, apa lagi ya? Setelah itu, RNA polimerase melekat ke tempat yang disebut promotor. Kemudian RNA polimerase berikut laksanakan sintesis molekul mRNA. Dari 2 rantai DNA yang ada, cuma ada satu rantai yang lantas akan diproses menjadi mRNA. Oh iya, Rantai DNA yang diproses menjadi protein namanya DNA cetakan, sedang rantai pasangannya namanya DNA antisense. Jangan tertukar, ya!

Lalu, berdasarkan DNA cetakan yang ada, mRNA akan membentuk rantai berpasangan dengan basa-basa yang terkandung pada DNA sense. Tadi kayaknya ada rantai tunggal disebut-sebut, ya? Nah, rantai tunggal yang tadi udah terbentuk itu mulanya sebetulnya akan tegang, oleh dikarenakan itu, dia mesti pemberian enzim topoisomerase untuk membantunya rileks. Terus, gimana lagi, nih? RNA polimerase berikut lantas menyalin Info genetik pada DNA cetakan untuk lantas membentuk mRNA. Dengan berakhirnya proses tersebut, berakhir pula proses transkripsi.

Kira-kira, apa ya yang dimaksud dengan translasi? Translasi adalah proses penerjemahan kode genetik oleh tRNA didalam urutan asam amino. Proses ini terjadi di didalam sitoplasma. Ada tiga langkah didalam translasi, yaitu inisiasi, elongasi, dan terminasi. Jangan ketuker-tuker ya namanya! Oh iya, semua tahapan ini butuh faktor-faktor protein untuk mendukung mRNA, tRNA, dan ribosom sepanjang proses translasi berlangsung.

Jadi, gimana sih ketiga tahapan berikut bekerja? Inisiasi di mulai dengan mRNA yang terlihat berasal dari nukleus, lantas ditangkap oleh pasangan ribosom. Kemudian, sepasang ribosom ini membaca kodon-kodon yang masuk. Kodon itu…. yang bisa lompat itu ya? Bukaan. Itu sih kodok. Hehe. Kodon ini merupakan kode genetik yang dibawa oleh RNAd, ya. Setelah itu, tahapan inisiasi selesai, lalu dilanjutkan ke tahapan elongasi. Elongasi ini di mulai ketika terdapatnya penambahan asam amino pada asam amino pertama. Yang mempunyai asam amino ini namanya tRNA. Lalu, ribosom akan tetap berganti ke samping untuk membaca kodon-kodon berikutnya. Kemudian, kodon mRNA yang ada pada ribosom membentuk ikatan hidrogen dengan antikodon molekul tRNA yang baru masuk. Yang bisa diikat dengan ikatan hidrogen itu adalah molekul tRNA yang mempunyai asam amino yang tepat, ya!

Masih ada 1 langkah terakhir nih yang disebut dengan tahapan terminasi. Tahapan terminasi ini merupakan lanjutan berasal dari tahapan elongasi. Jadi, tahapannya tetap berlanjut sampai membentuk kodon stop. Kodon stop ini bertindak sebagai sinyal yang menghentikan proses translasi. Dengan berakhirnya tahapan terminasi, maka berakhir juga proses panjang yang mesti dilalui oleh tubuh kami untuk membawa dampak protein. Hore, proteinnya udah jadi!

Baca Juga :