Siswa SMKN 1 Mundu Cirebon Juara Festival Literasi Sekolah Tingkat Nasional 2018

Siswa SMKN 1 Mundu Cirebon Juara Festival Literasi Sekolah Tingkat Nasional 2018

Siswa SMKN 1 Mundu Cirebon Juara Festival Literasi Sekolah Tingkat Nasional 2018

 

Siswa SMKN 1 Mundu Cirebon Juara Festival Literasi Sekolah Tingkat Nasional 2018

Upaya menumbuhkan dan mengembangkan budaya literasi di Indonesia

telah dimulai sejak diterbitkannya Permendikbud Nomor 23 tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti yang menandai pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah. Maka digelar Festival Literasi Sekolah Jenjang SMK Tingkat Nasional Tahun 2018, tang telah dilaksanakan pada 27-31 Oktober 2018 di Plaza Insan Berprestasi Kemendikbud, Jakarta Pusat, dan The Mirah Hotel Bogor, Jalan Pangrango, Kota Bogor, Jawa Barat.

Salah satu siswa kebanggan Provinsi Jawa Barat

telah menjadi juara dalam festival tingkat nasional tersebut. Ia adalah Aditia dari SMKN 1 Mundu Cirebon. Aditia mendapatkan juara pertama dalam Bidang Lomba Vokasi Moda Literasi Bergerak. Bidang lomba tersebut merupakan bahan bacaan, literatur, dan sumber informasi yang diperuntukan bagi masyarakat. Dibagi berdasarkan tiga wilayah disesuaikan dengan wilayah sekolah masing-masing, pedalaman/pegunungan/pedesaan, urban perkotaan, dan pesisir pantai (maritim).

Kepala Sekolah SMKN 1 Mundu Cirebon

Ecep Jalaludin mengatakan kemenangan yang didapat Aditia diluar dugaan, karena telah memenangkan perlombaan sampai tingkat nasional. Tentunya pihak sekolah merasa sangat bangga atas prestasi yang telah didapatkan oleh Aditia. Sekolah akan merencanakan kerjasama dengan penerbit buku, untuk mengembangkan karya Aditia.

“Dengan adanya kegiatan literasi ini, saya berharap semoga anak-anak termotivasi untuk gemar membaca. Bisa dari mana saja, seperti buku, media sosial, koran, dan yang lainnya. Hal tersebut dalam rangka meningkatkan kompetisi mereka juga,” ujar Ecep saat dihubungi, Jumat, 16 November 2018.

Proses pemilihan

Pembimbing Aditia dalam Festival Literasi Sekolah 2018, sekaligus Guru Bahasa Indonesia, Endang Setiawati mengatakan proses pemilihan peserta diawali dengan mengumumkan kepada anak-anak informasi Festival Literasi Sekolah tersebut. Kemudian para Guru Bahasa Indonesia, menyaring siswa terbaik sesuai kriteria yang disyaratkan.

“Terpilihnya Aditia karena ia memiliki ide-ide yang menarik dengan membuat perpustakaan keliling di desanya, yang diberi nama Dewa Ruci Baca Gerlang Mawar,” ujar Endang.

Endang mengatakan saat mengikuti lomba ke tingkat nasional, ia dan Aditia membawa modanya langsung ke Jakarta. Bersaing dengan sepuluh finalis lainnya dari berbagai provinsi di Indonesia. Penilaian juri dilihat dari berbagai aspek seperti fisik dari moda yang telah dibuat, presntasi, serta memamerkan hasil karyanya.

 

Sumber: https://pendidikan.co.id/